Hubungan Bumi dan Manusia
Berkata Anas bin Malik ra: sesungguhnya bumi setiap hari selalu memekikkan 10 kalimat ialah:
1. wahai anak cucu Adam, engkau berbuat segala sesuatu di atas punggungku tapi kau akan kembali ke dalam perutku
2. engkau bermaksiat di atas punggungku dan akan disiksa dalam perutku
3. engkau tertawa di atas punggungku tapi menangis dalam perutku
4. engkau bersuka ria di atas punggungku tapi akan susah payah dalam perutku
5. engkau menghimpun harta di atas punggungku tapi menyesali dalam perutku
6. engkau makan barang haram di atas punggungku tapi engkau akan dimakan cacing di dalam perutku
7. engkau berlagak di atas pungungku tapi akan terhina dalam perutku
8. engkau hidup gembira di atas punggungku tapi akan hidup merana dalam perutku
9. engkau di atas pungungku dapat hidup disinari matahari, bulan dan lampu tapi di dalam perutku engkau akan kegelapan
10. engkau dapat menghadiri perkumpulan perkumpulan di atas punggungku tapi kelak dalam perutku engkau sendirian
Saiyidina Ali bin Abi Thalib berkata: Apabila orang alim tertawa satu kali, berarti ia memuntahkan kembali satu ilmu.
Bersukaria ada empat macam
1. Membanggakan diri, terdapat dalam QS Al Qashash ayat 76” Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang yang terlalu membanggakan diri”
2. Puas atau rela terdapat dalam QS Al Mu’minum ayat 53 “ … tiap tiap golongan merasa puas dengan apa yang ada pada sisi mereka.
3. Gembira, terdapat dalam QS Ali Imran ayat 70 “Mereka dalam keadaan gembira diebabkan karunia Allah yang diberikanNya kepada mereka”
4. Kesenangan hati lantaran mencapai apa yang diinginkannya. Seperti membanggakan atas keberaniannya atau atas kekalahan lawannya
Nabi Muhammad bersabda” Jauhilah berlagak, karena hal itu termasuk hal yang rawan dan tidak disukai Allah, jika seseorang memaki atau mencelamu dengan suatu perkara yang benar benar ada pada dirimu, maka engkau jangan mencelanya dengan suatu yang benar ada ada dirinya, singkirkanlah pembalasan seperti itu, biar akibat buruknya menyasar padanya dan pahala berada padamu, dan jangan pula engkau memaki seseorangpun” (HR Ibnu Hibban)
Senin, 16 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar