Selasa, 17 November 2009

Budi pekerti

Sifat Permisif berakibat turunnya budi pekerti dan Moral seseorang
Banyaknya kejadian-kejadian di sekitar kita yang beruntun, baik dalam skala besar(bencana nasional) seperti bencana alam, kecelakaan lalulintas dll. Maupun skala kecil seperti perkelahian pelajar, yang belakangan sering terjadi sebenarnya penyebabnya adalah adanya sikap yang sangat permisif, yaitu melalaikan hal-hal yang sangat kecil dan dianggap sepele. Seorang Ilmuwan dari perancis mengatakan Le diable viennent dans une petit pet. Iblis atau setan itu datang dengan langkah-langkah kecil. Contohnya: pada zaman dahulu betapa seorang anak mengormati orang lain dari orangtuanya, guru, hingga temannya dengan cara menjaga tutur kata, sikap, perilakunya. Tapi sekarang betapa seseorang sangat mudahnya mengatakan hal-hal yang kotor (dengan menyebut nama-nama binatang) walaupun dalam konteks bercanda dengan temannya, tidak ada perbedaan bergaul antara teman laki-laki maupun perempuan, berpakaian dengan berbagai gaya yang seyogyanya tidak pantas dilakukan di tempat umum maupun disekolah. Perhatikan saja, perkelahian yang belakangan sering terjadi penyeebabnya bukanlah hal yang besar, mungkin dikarenakan kalimat yang kurang enak didengar, atau sikap kita yang kurang enak diterima oleh teman kita. Jika hal-hal kecilitu tidak kita perbaiki dari sekarang, maka akan menjadi kebiasaan yang akan menurun pada anak cucu kita, dan bisa dibayangkan bagaimana budi pekerti dan sikap moral mereka kelak. SANGAT DISAYANGKAN jika sikap permisif berakibat fatal, seperti bencana nasional banjir dimana-mana hanya karena kelalaian kita dalam menjaga kebersihan dan penghijauan lingkungan kita. Bayangkan jika seorang siswa dalam sehari membuang sampah plastik sembarangan, maka dalam sehari bisa diperkirakan betapa menumpuknya sampah di jalanan, di kelas atau di selokan, bagaimana kalau sebulan, setahun dan berpuluh-puluh tahun kemudian. Sebenarnya hal-hal yang baik yang berlawanan seperti contah di atas sangatlah mudah dilakukan. seperti mudahnya berkata sopan dengan teman kita, sama-sama berucap alangkah baiknya jika kita ucapkan yang baik, yang sewajarnya. Teman kita akan senang dan kita sendiripun akan merasa nyaman. Alangkah lebih enak membuang sampah pada tempatnya kan di mana-mana tersedia tempat sampah. Berbenah dari sekarang alangkah lebih baik dari pada kejadiaan yang besar yang merugikan kita terjadi

Pengirim Karya Artikel : Z-niaDe SMAN 1 Tarakan

Tidak ada komentar: